Sunday, July 13, 2014

Konflik Palestina dan Israel

My work :D Jika Anda ingin menggunakan gambar ini, mohon beri link ke blog ini. Terima kasih.

Setelah Indonesia dihebohkan pemilu presiden 2014, akhir-akhir ini media massa ramai dengan pemberitaan tentang konflik antara Palestina dan Israel, tidak, lebih tepatnya, tentang penyerangan Israel terhadap Palestina. News feed di akun Facebook saya penuh dengan berita tersebut. Banyak teman saya mengganti foto profil di Whatsapp, Beetalk, WeChat, BBM dll dengan gambar "Pray for Gaza". Rata-rata semua adalah tentang korban di Gaza, Palestina. Saya bertanya-tanya di mana berita tentang situasi Israel secara keseluruhan. Di sini, berita penyerangan ke Palestina sangat mudah ditemukan di search engine, sedangkan berita mengenai Israel dalam bahasa Indonesia sulit dicari, kecuali bila itu berisi 'kejahatan' yang dilakukan Israel. Saya pikir ada kalanya kita perlu menelaah baik-baik informasi yang diberitakan media massa, juga perlu mempelajari sejarahnya dari awal (kalau niat). Entah saya saja yang melihat, entahlah, dari hasil quick count pilpres 2014 saja sulit sekali untuk mempercayai mana yang benar. Rakyat sendiri dibuat bingung. Maksud saya, mereka dalam kondisi sedang berperang, jadi tentu saja kedua pihak saling serang. Israel pun juga kehilangan ribuan jiwa, walaupun jumlahnya jauh lebih sedikit daripada jumlah korban di Palestina (menurut Wikipedia). Tanpa bermaksud membela satu pihak, saya yakin tidak semua orang Israel betah berada di dalam "perang abadi" ini. Bagaimanapun juga pasti ada komunitas-komunitas yang menginginkan solusi perdamaian.

Perbandingan antara Tembok Berlin dan Pembatas Israel-Palestina


Gambar sesungguhnya.  Sumber: Google


Ini bukan masalah agama, tapi soal hak asasi dan kemanusiaan. Saya percaya siapapun yang masih punya hati pasti tidak tega melihat mayat-mayat manusia jatuh bergelimpangan, tidak sedikit yang nampak mengenaskan.

Baik yang ada di Israel maupun Palestina, warga sipil sama-sama tidak tahu dan terlibat apapun, tapi mereka jadi korban. Kita juga tidak tahu persis yang sebenarnya terjadi, hanya menerima berita yang keakuratannya cukup meragukan dan bersifat provokatif.


Saya tidak berada di pihak manapun. Saya sedih jika hanya mendukung satu sisi, karena itu sama artinya dengan mendukung perang itu terjadi. Saya mendukung keduanya berdamai. Jika kedua pihak sangat memperhatikan keselamatan warga sipil, saya pikir tidak perlu ada perang. :(

Lihat, banyak anak dan wanita berpikir bahwa hidup mereka akan segera berakhir dihantam rudal...
Setiap detik dihantui rasa takut dan kesakitan yang luar biasa, seakan perdamaian bernilai tebus tiada tara...
Anak laki-laki dan perempuan menangis karena kehilangan orang tuanya,
ada yang melihat ibu/ayahnya sudah mati, juga sebaliknya..
Istri kehilangan suami yang menjadi pejuang perang..
Bayi dan balita tak bernyawa di pangkuan sang ibu menjadi pandangan yang menyayat hati..
Orang tua mati tertimpa reruntuhan untuk melindungi anak-anaknya..
Rumah-rumah hancur tak tersisa, seketika..
Keadaan membuat para korban "dipaksa" memahami kematian, selama puluhan tahun.
Kita bilang "Save Palestine", apakah cukup dengan perkataan saja?
Kita bilang "Hate Israel", kenapa 'pukul rata' kalau semuanya jahat?
Kita bilang "Israel biadab, jahanam, binatang...", apa bedanya dengan kita, yang bertutur kata baik saja tak mampu?

Sumber: 1cak.com

Kita bilang "Pray for Gaza", mengapa tidak kita doakan sekalian kedua pihak yang masih bersitegang itu?
Kita menyumbang untuk Gaza, apakah kita ingat tetangga sebelah yang sulit ekonomi?

Dimana letak nilai kemanusiaan?
Apakah Tuhan mau mendengar doa yang meminta salah satu pihak agar binasa?
Tuhan menciptakan manusia bukan untuk saling bermusuhan, kan?
Sadarkah bahwa kita sendiri sedang berperang melawan masalah yang tak kunjung membaik, seperti korupsi dan diskriminasi?

Saya hanya meminta para pembaca untuk merenungkan diri bersama sejenak.. Dan sama seperti pendapat yang lain, lebih baik berdoa bagi Israel dan Palestina semoga lekas mengakhiri perang turun-temurun yang telah mengambil nyawa warga-warga tak berdosa. Percayalah, ini lebih baik daripada memaki dan mengutuk.


Jangan lupa mampir ke thread Kaskus agan yang satu ini :) 

Sebagai penutup, saya persembahkan lagu-lagu yang merepresentasikan semuanya.

Yang suka slow monggo ke sini..





Yang suka cadas monggo ke sini.. hehehe








6 comments:

  1. informasi yang bagus namun bolehkah di share jg mengenai tujuan israel menyerang plestina. sehingga seluruh lapisan masyarakt mengetahui dasar terjadinya konflict

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, terima kasih sudah mampir ke blog ini. Anda bisa klik link Wikipedia yang ada di tulisan saya di atas, di situ sudah ada urutan dari sebelum konflik tersebut terjadi, tapi saya tidak tahu pasti kebenarannya. Sejarahnya sangat panjang, tapi terserah kalau mau baca ya monggo.

      Delete
  2. aku juga heran kenapa masyarakat cuma bisa mengutuk israel, seharusnya mendoakan supaya mereka cepet sadar & menghentikan serangan. Tuhan pasti akan mengabulkan doa yg isinya meminta kebaikan, bukan kebinasaan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup betul. Ga ada Tuhan yang mengajarkan kebencian. Yang lebih parah lagi, ga sedikit orang yang bermusuhan hanya karena masing-masing membela negara yang berbeda, padahal itu sama sekali ga ada untungnya.

      Delete

I really appreciate comments and questions. Thank you so much :-)