Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Tuesday, January 31, 2017

Kuliner Absurd: Manhattan Fish Market Central Park (Part II-End)

Eits, sebelum ini pastikan kalian sudah baca yang ke satu :3

Gara-gara Fish 'n Chips yang bikin kenyang sekenyang kenyangnya, saya dan pacar jadi ketagihan datang ke restoran ini!
Tahun 2015 lalu, pas sekali Manhattan Fish Market punya promo namanya paket Double Ooh. Waktu pelayan memberikan menu, tanpa ragu lagi kami langsung ambil paket ini *kelaperan abis keliling mall*

Diambil dari katalogkuliner.com
Di gambarnya memang hanya ada dua menu, mungkin itu menu baru, tapi promo ini maksudnya kamu bisa pilih dua menu makanan apa saja dan tetap akan dihitung Rp 129.000, tidak termasuk minuman dan makanan pendamping.

Dan yang kami pilih adalah.....

Feeesh & Cheeese + Chippy Chips

Feeesh & Cheeese

Ga dibuat alay, memang dibuat begitu namanya. Kalau cara bacanya kalian panjang-panjangin, sama dong. Hahah.. Feeesh & Cheeese ini mirip dengan Fish & Chips, tapi ada saus keju (melted cheese) di atas kentang goreng, lalu di atas "Feeesh"-nya ada semacam saus mayonais warnanya mirip keju. Bukan mustard. Ya apalah itu gak ada rasanya XD *ga penting* Oh iya harga normalnya IDR 79,000, jadi beruntung banget bisa ikut promo ini.

Score: 5 of 5 rainbow fish yeaaay

Chippy Chips

Adalah kentang goreng yang rasanya lebih enak kalau dicocol sambal. Potongannya sedang tapi berisi, tidak selangsing kentang-kentangnya restoran fast food. Chippy chips ini bisa saja disantap sebelum hidangan utama datang karena sudah cukup mengganjal perut, atau kalau dimakan bersamaan dengan makanan lain juga sama enaknya. Lumayan buat pengganti nasi. Harganya IDR 19,000.

Score: 4 of 5 rainbow fish

Scallop Americana
Scallop Americana

Ini menu pilihan doi. Harga normalnya juga IDR 79,000. Seperti namanya, menu pasta ini adalah spageti yang dibumbui dengan potongan paprika merah dan dimasak dengan scallop. Awalnya kami gak terlalu berharap kalau hidangan aslinya persis seperti di daftar menu, ternyata spagetinya asin (kami suka asin!) dan scallopnya banyak. Ga tau scallop? Scallop itu daging kerang yang warnanya putih dan bentuknya bulat, tapi maaf saya ga tau dari kerang apa, coba deh tanya ke laut. *dilempar ke laut*

Score: 5 of 5 rainbow fish

Melon Breeze and Iced Tea

Melon Breeze

Minuman ini bukan jus buah melon. Menurut deskripsi menu sih ini campuran rasa stroberi dan semangka. Yang saya lihat ini soda yang dicampur sirup merah, rasanya manis asam segar. Tapi saya ga yakin itu sirup rasa apa, soalnya waktu minum sudah saya aduk menyatu dengan soda. Harganya IDR 32,000 dengan ukuran gelas yang cukup besar.


Iced Tea (Free Refill)

Menu ini adalah yang paling biasa ditemukan di restoran mana pun, bedanya cuma di harga. Es Teh! Harganya IDR 27,000. Bisa minta dengan atau tanpa gula, dan gulanya juga bisa minta dipisah, lalu akan dibuatkan gula cair. Ukuran gelasnya sama dengan Melon Breeze. Untungnya, gelasnya bisa diisi ulang, soalnya doi rada 'onta' kalau harus minum. Hehehe...

Sebelum kunjungan ini, sebenarnya ada menu lain yang sudah kami coba, tapi makanannya tidak difoto karena sudah terlalu lapar setelah berdoa, hehehe.. Kami sudah mencoba Spaghetti in The Sea, Spicy Seafood Olio, dan daging ikan Fish & Chips selain ikan Dori. Semuanya enak dan punya rasa yang khas.



Gummy Bear

Sebenarnya ini juga minuman yang terdiri dari dua warna. Bagian atasnya biru pepsi (apa memang pepsi?) dan bagian bawahnya ada sirup warna jingga, sepertinya sirup jeruk. Ketika diaduk, warna biru tetap mendominasi seperti di gambar. Harganya sama dengan Melon Breeze.


Kalian bisa cek semua menunya di sini

Sebelum ada yang bertanya, foto-foto di atas memang diambil di waktu yang berbeda saat memesan menu yang sama, dan diambil yang paling bagus. Saya tidak terbiasa memfoto makanan (apalagi lama-lama demi angle yang keren), jadi langsung jepret dan hap. Tamat. XD

Apa menu favorit kalian di restoran ini?
Sampai jumpa di postingan kuliner selanjutnya! :D

Thursday, January 5, 2017

Kuliner Absurd: Manhattan Fish Market Central Park (Part I)

Why part 1?
Because we have tried their dishes more than once :D

Saya dan pacar suka makan enak. Yaiyalah siapa yang ga suka.. :v
Makan enak buat kita itu, ya berarti enak. *minta digampar*
Enak itu ketika porsi hidangan pas dengan kebutuhan perut, setara dengan harga yang ditawarkan, dan yang dimakan bukan yang biasa ada di rumah. :v

Yang sering jalan-jalan ke mall Central Park di Jakarta Barat pasti sudah tau restoran Manhattan Fish Market. Itu resto apa pasar ikan, sama seperti menanyakan pasar apung yang sesungguhnya dengan Floating Market di Bandoeng. XD
Well, dinamakan fish "market" karena resto tersebut menyediakan berbagai hidangan dari olahan ikan dan seafood segar lainnya, daaan yang pertama kali kami coba adalaaaah..


Cream of Mushroom

Foto diambil bulan Desember 2012. Lama banget ya.
Sup krim jamur bertekstur lembut ini menjadi menu pembuka saya. Menurut saya sih tidak ada yang spesial dengan sup ini. Rasanya agak tawar, mungkin karena saya suka makanan asin jadi biasa-biasa saja. Harganya IDR 19.000

Score: 3,5 of 5 rainbow fish

Fish n Chips
Foto diambil bulan Desember 2014

Fish n Chips bisa dibilang menu terfavorit dan hidangan signature nya Manhattan Fish Market.
FYI, Fish n Chips ini punya 4 pilihan daging ikan: Dory / Cherry Snapper / Ocean Perch / Mackerel.
Untuk porsi ada 2 pilihan kalau tidak salah, lite dan regular. Porsi lite untuk ikan Dori kalau tidak salah IDR 55.000, yang reg IDR 69.000. Beda ikan, beda pula harganya. Yang ada di gambar itu porsi reg ikan Dori yang menurut kami paling empuk dan paling lembut dagingnya. Tanpa tulang, tanpa duri. Maklum agak norak, biasa makan pecel lele. Hehehe.. Ikan dorinya disajikan 2 potong per plate dengan saus sambal dan mayones. Kentang gorengnya banyak lho. Mantap kenyangnya!

Score: 5 of 5 yeaaay

Chamomile Tea

Foto diambil bulan November 2013

Saya pilih teh karena selain suka minuman teh, ini paling murah :v. Doi pilih air mineral. Teh bunga kamomil yang disediakan adalah produk dari Lipton. Untuk merk Lipton, saya baru mencoba lemon tea nya saja. Ternyata rasanya enak, dan justru lebih enak tanpa gula (menyesal setelah mencampurkan gula ke dalamnya heuheu). Yang penting, yang namanya teh pasti saya minum.

Score: 5 of 5 rainbow fish yeeeey

Sejauh ini, Manhattan Fish Market jadi restoran favorit waktu kami jalan-jalan di CP. Gak sering ke mall sih, tapi minimal setahun sekali kami pasti datang ke sana, dan gak bosan mencicipi menu yang sama karena enak dan bikin kenyang tanpa nasi! hahahahaha *takut gendut tapi mau makan banyak*

Masih banyak menu utama selain Fish n Chips, kalian bisa cek di sini

Sebelum ada yang bertanya, foto-foto di atas memang diambil di waktu yang berbeda saat memesan menu yang sama, dan diambil yang paling bagus. Saya tidak terbiasa memfoto makanan (apalagi lama-lama demi angle yang keren), jadi langsung jepret dan hap. Tamat. XD

Apa menu favorit kalian di restoran ini?
Sampai jumpa di postingan kuliner selanjutnya! :D

Friday, April 22, 2016

Poem Post #6: Doa di Hari Bumi (Hari Bumi 2016)


Doa di Hari Bumi
© 2016 Katarina Yuri

Tuhan, selamat pagi
Terima kasih atas hari baru yang Kau ciptakan ini
Si mentari tersenyum
Sepertinya karena diajak main geng awan putih
Cuaca yang bagus, Tuhan
Cerah - aku suka

Tuhan, terima kasih atas udara yang Kau ciptakan ini
Pagi-pagi masih segar, sedikit
Debunya yang banyak
Kalau sudah lewat jalan raya,
Filter hidung ciptaan-Mu pasti cepat kotor
Tenang saja, Tuhan
Setiap hari kubersihkan, sampai ke sela pori
Ini buatan-Mu - aku suka

Tuhan, apa Kau ikut mendengarkan?
Atau tanya saja malaikat-Mu, barangkali dia tahu
Semalam ibu bilang,
Ibu RT sebelah rumah kurang ajar
Buang sampah sembarangan
Main lempar ke kali di depan
Setiap hari dia lakukan, akunya begitu
Karena tempat sampah jauh, katanya ke ibuku
Ibu bilang badannya gendut, pantas saja
Kalau banjir tiba, alirkan saja khusus ke rumahnya
Kotor dan bau - aku tidak suka

Temanku juga kurang ajar
Dia tertawa jijik aku koleksi sampah
Padahal yang keluar dari mulutnya sampah
Sepertinya dia kurang gaul, Tuhan
Sudah tahun 2016 masih tidak tahu daur ulang
Kasihan, hanya tahu menghabiskan uang
Mubazir - aku tidak suka

Tuhan, sekarang bagaimana?
Aduan ini bukan ingin membuat murka
Kami sedang berusaha
Hal yang kecil jadikan berharga
Seperti kerang bermutiara
Berkarya tanpa banyak suara
Demi keselamatan alam semesta
Jika tidak mau ikut serta,
Jangan mencerca - lihatlah kaca

Tuhan, aku harus segera bekerja
Terima kasih untuk waktu luangnya
Kalau berlama-lama, si bos bisa marah
Nanti malam aku kembali bercerita
Kau harus tau di rumah ada dua kucing gembira
Semoga telinga-Mu dan para malaikat belum memerah
Hidup ini penuh syukur - aku suka.



NB: Boleh meng-copy puisi ini atas izin penulis dan jangan lupa menyertakan kredit ke blog ini

Saturday, February 15, 2014

Deskripsi Mode/Fashion Gothic

Click here if you want to read it in English :D

Samakah dengan gaya punk, atau katakanlah punk versi hitam?
Samakah dengan hanya merias seluruh mata dengan eyeliner super tebal?
Apakah sama dengan hanya memakai kaus bergambar band, entah band apa itu?
Samakah dengan EMO?
TIDAK.

Mode/fashion Gothic tidak sama dengan hanya berpakaian serba hitam dan memamerkan diri di depan orang-orang,”Yeah…”. Sebenarnya saya juga mengatakan itu setiap orang-orang bertanya tentang cara berpakaian saya, hehe.. Eit, bukan ‘yeah’ yang tadi artinya lho. Saya hanya tidak tahu kata yang tepat dan ringkas untuk bicara langsung ke inti, karena seperti yang (mungkin) Anda tahu, butuh waktu seumur hidup untuk mempelajari perkembangan dari cabang kebudayaan ini. Semoga saya tidak membuat Anda bingung.

Mari kita lihat informasi dari Wikipedia:

Gothic fashion is a clothing style marked by conspicuously dark, mysterious, exotic, and complex features. It is worn by members of the goth subculture. A dark, sometimes morbid fashion and style of dress, typical gothic fashion includes a pale complexion with colored black hair, black lips and black clothes. Both male and female goths wear dark eyeliner and dark fingernail polish.

Terjemahan menurut pemikiran saya:

Mode Gothic adalah gaya berpakaian yang khas dengan nuansa warna gelap (saya tidak mau pakai kata ‘kegelapan’, pasti nanti banyak orang salah paham), berciri misterius/aneh, di luar biasa, dan punya corak tersendiri. Mode ini diikuti oleh orang-orang yang menjadi bagian dari budaya Gothic. Beberapa ciri khas tersebut termasuk membuat kulit menjadi putih pucat yang bagus (mulus) dengan rambut yang dicat hitam, bibir hitam dan pakaian hitam. Baik pria maupun wanita goth memakai eyeliner hitam dan cat kuku hitam.


Dari bacaan di atas, bisa disimpulkan bahwa fashion Gothic adalah salah satu dari beberapa cara untuk membuat seseorang dikenali sebagai Goth. Fashion Gothic adalah suatu gaya yang khas dan beragam, dengan hitam atau warna warna gelap sebagai ‘tanda pengenal’ mereka, orang-orang Gothic. Tentu, ada alasan mengapa yang dipilih warna tersebut. Bisa kalian baca di sini.

 Dan sekarang dari Gothic Portal:

… There are many variations in how different Goths dress, and no “correct” way to do it. It is common for Caucasian Goths to strive to have pale skin, sometimes wearing pale makeup, or avoiding the sun. But once again, there’s always exceptions. Most Goths wear a lot of dark eye makeup, such as eyeliner, and lipstick in shades of red, purple and black are popular.

Lagi-lagi terjemahan dari saya:

… Ada banyak perbedaan di dalam cara Goths berpakaian, dan tidak ada cara yang “dibenarkan secara paten” untuk melakukannya. Sudah biasa bagi Goths dari bangsa Eropa (bangsa kulit putih, Kaukasia) berusaha membuat kulitnya terlihat pucat, sehingga terkadang memakai dandanan pucat, atau menghindari matahari. Tetapi, sekali lagi, selalu ada pengecualian. Kebanyakan Goth mendandani mata mereka dengan warna gelap, seperti dengan eyeliner, dan lipstik berwarna merah, ungu dan hitam sangat dikenal.”
Tambahan untuk kalimat saya di atas, Fashion Gothic adalah suatu gaya yang khas, beragam, bernilai seni dan kreatif, dengan hitam atau warna warna gelap sebagai ‘tanda pengenal’ mereka, orang-orang Gothic. Pengecualian-pengecualian yang ada tergantung tempat kamu tinggal, tergantung norma norma yang membuatmu merasa “terpaksa” mentaatinya.

Credit to: Sebastian Columbine!
Jadi, saya tidak bisa mengatakan bahwa studs (bagian aksesoris yang seperti spike/duri itu lho) dan rantai adalah contoh gaya Gothic yang mutlak. Tidak, lah. Tidak semua goth suka memakai benda tersebut sebagai aksesoris. Banyak gaya yang bisa digabungkan seperti Victorian, Punk, Steampunk, mungkin akan saya bahas lebih rinci di blog selanjutnya. Masih banyak lagi yang bisa di-explore. Bagaimana cara mengetahuinya? Baca tulisan ini saja tidak cukup lho. Mari cari tahu ke sumber yang tepat! Kembangkan rasa kepomu *eh* Ada (sangat) banyak Goth blogger di seluruh dunia (saya percaya mereka ada di setiap Negara, setidaknya satu atau dua yang benar-benar Goth). Lihat, baca, pahami, dengarkan mereka, dan kamu akan dapat banyak inspirasi, khususnya dalam berpakaian. Ya tentunya dikondisikan juga dengan budaya kita, Indonesia! *coreng muka merah putih*

Kalau ada yang salah mengira gayamu, entah mungkin mereka akan men-judge emo lah, punk lah dsb, hiraukan saja. Toh mereka tidak akan terlalu mau tahu, tapi sok tahu hahahah.. Waktumu akan sia-sia kalau masih yakin ingin “menguliahi” mereka :p


Hanya kamu yang mengenal dirimu sendiri.

Tuesday, November 19, 2013

Apa itu Gothic?

If you want to read it in English, click here.

A: Eh, lo orang gothic ya?
B: Iya :D
A: Gothic itu apa sih?
B: Itu lho yang pakai hitam-hitam itu..

Hahaha, dialog di atas sekedar lucu lucuan aja :P tapi pasti pernah dengar atau lihat kan gambaran situasi di atas? Kebanyakan orang (iya, kebanyakan alias terlalu banyak) dengan mudahnya menganggap cabang kebudayaan ini sama dengan memakai pakaian hitam, bibir hitam, mata dibuat jadi hitam, kuku hitam. Intinya, kalau ingat kata ‘Gothic’ langsung teringat ciri-ciri itu. Ternyata, ada penjelasan dibalik semua itu.

Pengen ketawa terus setiap liat gambar ini X'D

Dari mana sih kata Gothic itu?

Dilihat dari namanya, Gothic berasal dari nama suatu bangsa dari Jerman yang berperang melawan bangsa Romawi. Banyak peninggalan mereka berupa karya seni dan bangunan yang khas. Tentang sejarahnya cari sendiri ya, saudara-saudara XD

Gue cari di google translate, kok Gothic berarti barbar/biadab sih??

Setahu saya, google translate tidak pernah seratus persen akurat dan tidak selamanya benar. Masih berhubungan dengan pertanyaan pertama, bangsa Romawi yang pada waktu itu terlibat dalam peperangan, melihat musuh-musuhnya seperti orang biadab atau kaum barbar, masuk akal kan? J Sekarang zaman sudah berbeda, arti dari kata Gothic sekarang sudah meluas dan lebih baik.

Lalu, apa hubungannya dengan Gothic yang ini?

Tidak ada hubungannya secara langsung, karena budaya Gothic ini dibangun berdasarkan aliran musik yang bermula di Inggris, tahun 1970an. Sebelumnya, budaya Punk sempat ‘mati’ dan dari ‘abu’-nya lahir sebuah budaya baru yang sampai sekarang disebut Gothic. Sebenarnya sudah banyak sumber yang menjelaskan hal ini, bahkan lebih baik dari saya. Jadi, saya gak akan bahas banyak.

Goths from Ukrania, at the goth club

Seperti apa sih orang-orang Gothic itu?

Kami sangat tertarik pada seni, karya sastra, dan musik. Ada yang punya tindik dan tato, ada juga yang tidak sama sekali. Soal pakaian, kami cenderung memiliki selera yang unik. Dan jangan terkejut bila mendengar celotehan humor kami yang memang sedikit… garing, aneh, kadang ‘nyelekit’. Tapi kami adalah orang yang terbuka terhadap segala sesuatu, meskipun memiliki pemikiran yang bisa dibilang abstrak. Kemampuan dan minat tidak takut kami perlihatkan kepada yang bukan Gothic dan kembangkan tanpa harus merasa takut dicemooh dan diganggu karena merasa berbeda dari yang lain. Biasanya karena inilah kami sering jadi objek ‘bullying’ sehingga kami jadi cenderung individual dan kelihatannya tertutup.


Adora BatBrat

Kenapa sih orang Gothic senang pakai hitam?

Kembali lagi ke soal pakaian, kami tidak memakai baju secara seragam, melainkan berkreasi dan kalau perlu, membuat baju atau aksesoris dengan tangan sendiri. Kami berpakaian dengan warna hitam bukan untuk menakuti orang lain, bukan supaya terlihat lebih keren. Kami memang lebih suka warna-warna yang lebih gelap dan yang paling gelap adalah hitam. Pernahkah terpikirkan bahwa warna hitam bisa ‘berbaur’ dengan warna apa saja, seperti halnya warna putih? J Yah, di sisi efisiensi, kami tidak perlu selalu mengikuti tren sehingga harus memadupadankan atasan dan bawahan, karena kami punya cara sendiri untuk mengatasinya tanpa perlu dianggap ketinggalan zaman. Tidak hanya hitam, banyak yang menunjukkan dirinya dengan warna lain, contohnya merah muda, hijau, bahkan putih!


Ini juga penting untuk diketahui bahwa tidak semua berpakaian hitam nonstop 24/7! Contohnya saya, bisa saja mengenakan kaus berwarna cerah, bercelana jeans dengan sandal jepit. Dijamin tidak akan menjatuhkan identitasmu sebagai Gothic. Tapi selera yang lain tetap tidak berubah ya, hehehe…

Keindahan pada hal-hal yang berkaitan dengan kegelapan, kematian, dunia supranatural dan hal-hal aneh yang biasanya tidak disukai orang pada umumnya menjadi daya tarik bagi kami. Tapi tidak berarti kami semua pengikut aliran sesat dan pemuja iblis ya. Tolong camkan kata-kata ini. Memang hal-hal tersebut dapat kami pandang secara berbeda. Bahkan sesama orang Gothic pun punya pandangan tersendiri. Kami terdiri dari berbagai ras dan dari berbagai penganut keyakinan, sekalipun dia atheis atau satanis, sekalipun dia orang Afrika.

Soal kepribadian, sama saja seperti orang pada umumnya. Kami bisa menjadi orang yang optimis, bahagia, tertawa saat menonton acara komedi dan tertawa saat membaca kisah mengharukan, kecewa, bersyukur, berdoa, mencintai, dicintai, dan berteman! Ya, kami juga punya teman-teman yang ‘normal’, hanya saja yang membedakan adalah perlakuan mereka atau kalian terhadap kami.

Bagaimanapun juga, tidak ada pedoman mutlak untuk menjadi seorang Gothic. Tidak ada sumpah atau perjanjian yang perlu diucapkan, karena Gothic itu bukan keyakinan. Kami menerima siapapun yang tertarik terhadap cabang budaya ini J

Demikian penjelasan saya selama kurang lebih 2 tahun mengamati dan terlibat di dalamnya.  Kalau ada pertanyaan, kritik atau saran, mohon beritahu lewat kolom komentar, mampir ke sini atau kirim e-mail. Dengan senang hati akan saya terima, asal dengan bahasa yang sopan dan bisa dibaca dengan jelas J


Keep calm and stay goth!